
dulu…jaman masih smp dan sma, bioskop di malang jumlahnya banyak.
jaringan bioskop selikur alias 21 memang belum banyak, tapi bioskop ecek ecek dengan tiket masuk hanya seharga Rp 500 - sampe yang paling tinggi Rp 1500 banyak beterbaran.
bioskop jaringan selikur tak asik untuk dibahas. yang asik bioskop kecil-kecil bertiket murah yang pengap tak ber pendingin udara dan bebas merokok, dan terkadang banyak tikusnya.
di malang, ada beberapa bioskop kecil yang dulu pernah saya sambangi yg sekarang dah tergusur.
seperti bioskop di wilayah dinoyo [duh lali jenenge, bioskop agung kayane] yang ada di belakang Polsek Lowokwaru yang baru. Trus ada bioskop layar tancep di wilayah griyasanta, ada bioskop Merdeka di Jl Basuki Rahmat, bioskop Patimura di Jl Trunojoyo, dan bioskop Irama [yang ini ga menangi, dah di gusur sejak saya SD], dan tentu saja bioskop Kelud atau orang malang biasa menyebutnya Ndulek yang berdiri kusam dan kumuh di Jl Kelud.
Meski bioskop ecek-ecek, ojo salah. sing nonton rame… dan asik. Dan kalo bicara asik, bioskop Ndulek lah yang asik.
Di dalam gedung bioskop ada banyak warung makanan yang berderet di sebelah kiri tempat duduk. Penonton sudah pasti bisa pesan makan sembari nonton.
tinggal teriak “cak bakso siji” atau “tahu campur siji”, maka tak seberapa lama sang penjual pun datang membawa pesanan. atau kalo males teriak, pasti ada yang nyamperin, “yang bakso, yang pangsit, yang tahu campur, yang kopi, yang es teh,”
ga asiknya, pas serem-seremnya adegan yang ditimpali alunan musik film yang mencekam, suasana kadang jadi bubar dan terpecah karena muncul suara tahu di goreng di wajan berminyak panas. Srengggg, yang muncul dari warung tukang tahu petis dan gorengan.
ga asiknya lagi, kalo hujan. maklum ada lobang besar di atap bioskop. hehehe.
asiknya kalo sampeyan ABRI, ga usah bayar tiket yang sudah murah itu. hehehe

Komentar Anyar