<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>n o t h i n g</title>
	<atom:link href="http://wahyunurdiyanto.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wahyunurdiyanto.com</link>
	<description>[hanya corat-coret kosong]</description>
	<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 14:40:40 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>11 maret</title>
		<link>http://wahyunurdiyanto.com/2010/03/11/11-maret/</link>
		<comments>http://wahyunurdiyanto.com/2010/03/11/11-maret/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 14:40:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nothing</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[obrolan]]></category>

		<category><![CDATA[11]]></category>

		<category><![CDATA[maret]]></category>

		<category><![CDATA[uns]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyunurdiyanto.com/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[11 maret bukan sebuah hari spesial sebenarnya. kalo 10 maret iya&#8230; ini hari ultah sahabat saya si marta, yang sering saya panggil si marmut.

meski demikian, 11 maret tetap hari yang perlu diingat, setidaknya para alumnus universitas sebelas maret surakarta, alias UNS. kampus kacrut yang telah memberi saya gelar s.sos [gelar yang ndak terlalu perlu dibanggakan]. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>11 maret bukan sebuah hari spesial sebenarnya. kalo 10 maret iya&#8230; ini hari ultah sahabat saya si marta, yang sering saya panggil si marmut.</p>
<p><a href="http://wahyunurdiyanto.com/wp-content/uploads/2010/03/uns-2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-415" title="uns-2" src="http://wahyunurdiyanto.com/wp-content/uploads/2010/03/uns-2.jpg" alt="" width="200" height="156" /></a></p>
<p>meski demikian, 11 maret tetap hari yang perlu diingat, setidaknya para alumnus universitas sebelas maret surakarta, alias <a href="http://www.uns.ac.id/index.php?lang=id" target="_blank">UNS</a>. kampus kacrut yang telah memberi saya gelar s.sos [gelar yang ndak terlalu perlu dibanggakan]. maklumlah, saya kuliah di Fisip tembus 6 tahun lebih, skripsi yo awu awu dan lulus karena kebijakan cuci gudang.</p>
<p>tapi saya berjumpa dengan istri tercinta di kampus kacrut ini. kampus penuh pohon jati di pinggiran kuto solo, dan dekat dengan aliran sungai bengawan solo yang maha dahsyat itu.</p>
<p>saya masuk sebagai angkatan 1997, penuh demonstrasi menuntut reformasi. tidak hanya itu, peristiwa mei kelabu yang membuat Surakarta terbakar pun saya ikut melewatinya. tapi saya tak pernah menyesal kuliah di kampus berjaket warna biru telkom ini, lah ketemu bojo jeh&#8230; :p, trus ketemu kanca-kanca sing uapik uapikk, yang menjadikan saya seperti saat ini.</p>
<p>saya juga cinta solo. cinta mati malah. embuh, biarpun kotanya panas, saya suka, saya suka kulturnya, saya suka orang orangnya, saya suka makanannya, kecuali sate kirik tentunya. [belum berani nyoba]</p>
<p>selamat ulang tahun uns ke-34, jaya selalu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyunurdiyanto.com/2010/03/11/11-maret/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>soak arema</title>
		<link>http://wahyunurdiyanto.com/2010/03/09/soak-arema/</link>
		<comments>http://wahyunurdiyanto.com/2010/03/09/soak-arema/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 14:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nothing</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>

		<category><![CDATA[arema]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[kaos]]></category>

		<category><![CDATA[liga super]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyunurdiyanto.com/?p=410</guid>
		<description><![CDATA[Bagi pengemar berat Arema Indonesia,-klub sepakbola profesional Indonesia-, punya kaos yang dipenuhi tandatangan pemainnya tentu membanggakan.
Yang punya boleh lah sombong sampai mati. Karena kaosnya akan menjadi memorabilia berharga sejak saat itu hingga puluhan tahun mendatang.
Bagi yang ndak punya kaos dengan tandangan asli jangan kuatir. Kalo sekedar ingin gaya, cukup mampir ke toko toko penjual soak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi pengemar berat Arema Indonesia,-klub sepakbola profesional Indonesia-, punya kaos yang dipenuhi tandatangan pemainnya tentu membanggakan.<br />
Yang punya boleh lah sombong sampai mati. Karena kaosnya akan menjadi memorabilia berharga sejak saat itu hingga puluhan tahun mendatang.</p>
<p>Bagi yang ndak punya kaos dengan tandangan asli jangan kuatir. Kalo sekedar ingin gaya, cukup mampir ke toko toko penjual soak arema yang se abreg banyaknya di Malang.</p>
<p>Kaos dengan tandatangan pemain dan pelatih Arema Indonesia musim ini sudah diproduksi massal.</p>
<p><a href="http://wahyunurdiyanto.com/wp-content/uploads/2010/03/soak-arema.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-411" title="soak-arema" src="http://wahyunurdiyanto.com/wp-content/uploads/2010/03/soak-arema-229x300.jpg" alt="" width="229" height="300" /></a></p>
<p>Entah bagaimana membuatnya, yang jelas kaos putih Arema Indonesia seharga Rp 35.000 itu sudah ada sablonan tandatangan seluruh skuad Singo Edan plus <em>meneer </em>londo Robert Albert yang kini menukangi klub milik pabrik rokok itu.</p>
<p>Infonya, master tandatangan diambil dari corat coret pemain dan pelatih pada spanduk yang dibuat manajemen saat lounching tim pertengahan tahun lalu.<br />
Masalah bangga atau tidak karena bukan tandatangan asli itu urusan lain. Sing temping soak arema.</p>
<p>saya sendiri ndak akan beli soak itu, osed! hehehe</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyunurdiyanto.com/2010/03/09/soak-arema/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Foto Demo</title>
		<link>http://wahyunurdiyanto.com/2010/02/22/foto-demo/</link>
		<comments>http://wahyunurdiyanto.com/2010/02/22/foto-demo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 13:21:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nothing</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[obrolan]]></category>

		<category><![CDATA[bea cukai]]></category>

		<category><![CDATA[buruh]]></category>

		<category><![CDATA[demo]]></category>

		<category><![CDATA[foto]]></category>

		<category><![CDATA[malang]]></category>

		<category><![CDATA[pabrik]]></category>

		<category><![CDATA[rokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyunurdiyanto.com/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[Bukan hanya acara wisuda saja yang menghadirkan tukang foto kilat, yang memotret para wisudawan dan keluarganya untuk kemudian dicetak dan dipampang saat bubaran wisuda dengan harapan sang wisudawan membeli foto tersebut.
Acara demo buruh ternyata juga menaruh minat tukang foto isidentil.
Seperti yang terjadi di demo buruh rokok di depan kantor bea cukai Malang, Senin 22 Februari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan hanya acara wisuda saja yang menghadirkan tukang foto kilat, yang memotret para wisudawan dan keluarganya untuk kemudian dicetak dan dipampang saat bubaran wisuda dengan harapan sang wisudawan membeli foto tersebut.</p>
<p>Acara demo buruh ternyata juga menaruh minat tukang foto isidentil.</p>
<p>Seperti yang terjadi di demo buruh rokok di depan kantor bea cukai Malang, Senin 22 Februari 2010 siang.<br />
Diantara gelombang kedatangan para buruh, ada satu tukang foto isidentil yang memanfaatkan keriuhan massa siang itu.</p>
<p>Berbeda dengan acara wisuda yang kebanyakan memakai kamera analog alias kamera film, tukang foto ini pake kamera digital DSLR.</p>
<p>Jadilah, diantara orasi mengelora para orator, puluhan buruh yang lain sibuk mencari foto diri mereka. Entah bergaya potrait atau bergaya saat ikut orasi atau bersorak menyambut orasi. Tapi kebanyakan foto potrait, alias wajah.</p>
<p><a href="http://wahyunurdiyanto.com/wp-content/uploads/2010/02/dsc02068.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-404" title="dsc02068" src="http://wahyunurdiyanto.com/wp-content/uploads/2010/02/dsc02068-300x170.jpg" alt="" width="300" height="170" /></a></p>
<p>Kreatif. Buktinya foto lumayan laris, apalagi harga yang dipatok cukup murah cuman Rp 3500 per foto [tanpa negatif tentunya, karena pakai digital].<br />
Bandingkan dengan harga foto wisuda, yang bisa mencapai Rp 5000-Rp 7000.</p>
<p>Untung? &#8220;sudah pasti mas, meski cuman untung dikit,&#8221; jawab sang tukang foto yang saya lupa namanya saat menulis cerita ini hehehe</p>
<p><em>catatan : cerita macam begian dah pernah <a href="http://blogombal.org/2010/02/01/foto-foto-berfilm-yang-tak-laku/" target="_blank">ditulis </a>ama begawan blog endonesa, paman pemilik blogombal</em></p>
<p><em>thanks buat bung Yul, yang kasih bikin blog saya hidup lagi :p</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyunurdiyanto.com/2010/02/22/foto-demo/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>gigi susu</title>
		<link>http://wahyunurdiyanto.com/2010/01/29/gigi-susu/</link>
		<comments>http://wahyunurdiyanto.com/2010/01/29/gigi-susu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 15:06:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nothing</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[obrolan]]></category>

		<category><![CDATA[gigi susu]]></category>

		<category><![CDATA[malang]]></category>

		<category><![CDATA[rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyunurdiyanto.com/?p=399</guid>
		<description><![CDATA[
Kami, tepatnya istriku menamakannya, gigi susu. Entah apa artinya, tapi saya suka nama itu. gigi susu. lucu.
&#8220;gigi susu kan akan tanggal, pupak, copot,&#8221; itu pernyataan pertama yang terlontar dari mulut saya.
&#8220;Ndak copot. Ini kan rumah awal kita, nanti akan ada rumah lainnya lagi, ada gigi gigi lain. gigizusu gigizuzu,&#8221; jawab istriku sembari memainkan lafal gigi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://wahyunurdiyanto.com/wp-content/uploads/2010/01/untu.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-400" title="untu" src="http://wahyunurdiyanto.com/wp-content/uploads/2010/01/untu-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Kami, tepatnya istriku menamakannya, gigi susu. Entah apa artinya, tapi saya suka nama itu. gigi susu. lucu.<br />
&#8220;gigi susu kan akan tanggal, pupak, copot,&#8221; itu pernyataan pertama yang terlontar dari mulut saya.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Ndak copot. Ini kan rumah awal kita, nanti akan ada rumah lainnya lagi, ada gigi gigi lain. gigizusu gigizuzu,&#8221; jawab istriku sembari memainkan lafal gigi susu dengan mencoba mengganti `s` dengan `z` melewati spasi kata yang ada.</p>
<p style="text-align: left;">Percakapan ini terjadi saat kami baru saja teken penyerahan jiwa ke bank. September 2009.</p>
<p style="text-align: left;">Terus mengayut manja di pundak. istriku terus mengutarakan impiannya mengisi rumah mungil kami dengan perabot minimalis, dapur mungil yang bersih dan sebuah taman rindang nan sejuk dipelataran halamannya.</p>
<p style="text-align: left;">Hampir lupa, gigi susu adalah sebutan untuk rumah kami, yang kami miliki lewat cicilan KPR bank beraliran syariah, plus hutang kuperasi kantor dan hutang kepada sanak saudara lainnya.<br />
&#8220;Yah,&#8221; begitu istriku memanggil semenjak pernikahan kami 12 Juli 2008 silam. Saya sendiri tetep memanggil istri saya dengan pangilan `Bun` asal kata dari `Buni`.<br />
&#8220;Nanti cari perabot minimalis, trus lampu yang fungkeh. biar keren,&#8221; ucapnya kali ini dengan senyum jenaka.<br />
&#8220;Beres Bun.&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">Sambil melingkarkan tangan ke tubuhnya yang sekarang lebih gemuk, saya berdoa dalam hati. nyuwun sama gusti pangeran agar kami bisa menyelesaikan cicilan rumah. dan berharap, kami berdua segera bisa tinggal satu atap satu rumah. Maklum, kami berdua memang masih hidup berjauhan. Saya di Malang, sedangkan Buniku ada di kota udang Cirebun.</p>
<p style="text-align: left;">Gigi susu kami ada di Kota Malang, kota yang menawarkan kesejukan.  Semula bertipe standar. dengan luas bangunan 39 meter persegi tanpa adanya dapur. Tetapi berkat bantuan pakde, rumah kami jadi lebih lapang, renovasi membuat kami punya ruang tengah yang lapang, dapur mungil yang cantik, kamar mandi yang lebih luas, dan dak di atas dapur yang bisa buat njemur katok.</p>
<p style="text-align: left;">Kepala tiba tiba mumet, mikir masih banyaknya hutang yang harus ditanggung.</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">*btw, sorry, buat kawan kawan yang komenntnya kehapus, benar benar blog kacrut, suka men del sendiri beberapa komen*</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyunurdiyanto.com/2010/01/29/gigi-susu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>walah! peron sepur tambah mahal</title>
		<link>http://wahyunurdiyanto.com/2010/01/07/walah-peron-sepur-tambah-mahal/</link>
		<comments>http://wahyunurdiyanto.com/2010/01/07/walah-peron-sepur-tambah-mahal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 08:56:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nothing</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[kereta]]></category>

		<category><![CDATA[protes]]></category>

		<category><![CDATA[kereta api]]></category>

		<category><![CDATA[malang]]></category>

		<category><![CDATA[peron]]></category>

		<category><![CDATA[stasiun]]></category>

		<category><![CDATA[tiket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyunurdiyanto.com/?p=396</guid>
		<description><![CDATA[
yo begini ini kerjaan orang sepur indonesia.  pelayanan buruk eh&#8230; harga tiket peron masuk malah dinaikkan. dari Rp 1500 jadi Rp 2500. ini terjadi di stasiun kota Malang. kenaikan ini mulai januari 2010.
Rp 2500, mau kencing aja masih ditarik bayaran di toilet yang ada di stasiun.
kepet cen pt sepur indonesia
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wahyunurdiyanto.com/wp-content/uploads/2010/01/peron-sepur.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-397" title="peron sepur yang tambah mahal" src="http://wahyunurdiyanto.com/wp-content/uploads/2010/01/peron-sepur-300x204.jpg" alt="" width="300" height="204" /></a></p>
<p>yo begini ini kerjaan orang sepur indonesia.  pelayanan buruk eh&#8230; harga tiket peron masuk malah dinaikkan. dari Rp 1500 jadi Rp 2500. ini terjadi di stasiun kota Malang. kenaikan ini mulai januari 2010.</p>
<p>Rp 2500, mau kencing aja masih ditarik bayaran di toilet yang ada di stasiun.</p>
<p>kepet cen pt sepur indonesia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyunurdiyanto.com/2010/01/07/walah-peron-sepur-tambah-mahal/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
