pilih tuku tiket apa nebeng??

Indonesia, protes 4 Comments »

stiker ini nemu di loket Stasiun Kota Malang.

yang manis beli karcis

yang keren beli abonemen

nebeng mana keren !!!

saya sih pilih beli tiket, mbayar nduwur ga wani. hehehe

masalahnya, PT KA sebagai pemonopoli jasa kereta api ki jan ga memanusiakan manusia yang naik kereta api mereka. lihat saja di kereta kelas ekonomi, hampir seluruh unsur yang memanusiakan manusia tidak diurus sama sekali. contoh nyata adalah wc/toiletnya pesing ga ada air, kapasitas berjubel sampai lebih 100 persen.

Koin dari Malang untuk Prita Rp 1,3 Juta Lebih*

bermutu 6 Comments »

MALANG —Uang koin yang dikumpulkan Aliansi Jurnalis Malang Raya hingga penghitungan final pada Minggu (13/12) siang berjumlah Rp 1.379.800. Seluruh uang koin dikumpulkan sejak Rabu (9/12) sore.

Karena antara waktu penghitungan dan pemberangkatan seluruh sumbangan makin pendek atau mepet, maka tim pengumpul sekaligus penghitung terpaksa tidak menerima lagi sumbangan uang koin dari beberapa warga. Pengumpulan uang koin ditutup hari ini karena pusat pengumpulan uang koin serupa di Jakarta segera melakukan penghitungan final pada Senin (14/12), pukul 21.00.

Seluruh uang dipercayakan kepada seorang wartawan untuk dibawa ke Jakarta. Diusahakan seluruh uang bisa diterima langsung Prita Mulyasari atau diserahkan kepada pos koordinasi utama Koin Peduli Prita.

Sumbangan terakhir yang diterima pada Minggu siang ini berasal dari Gatot Sujono, dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Mewakili rekan-rekannya, Gatot menyerahkan uang recehan sebanyak Rp 110.100.

Pada Sabtu kemarin, sumbangan yang diterima berjumlah Rp 301.850. Sumbangan berasal dari karyawan pabrik karoseri Gunung Mas di Gondanglegi sebanyak Rp 97.100, ditambah sumbangan dari guru dan murid Sekolah Dasar Islam Salafiyah Khairuddin, Gondanglegi, Kabupaten Malang, sebanyak Rp 204.750.

Dalam catatan tim penghitung, penyumbang terbanyak lain adalah wartawan dan warga di Kota Batu yang pada hari pertama menyumbangkan Rp 387.300. Karyawan di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur III juga menjadi penyumbang terbanyak. Pada Jumat (11/12) mereka menyumbang koin sebanyak Rp 377.225 yang penyerahan uangnya diwakili Ambar Setiawan.

Usai penghitungan diketahui, total sumbangan uang recehan yang diterima terdiri dari 4.454 keping seberat 14,6 kilogram. Uang pecahan Rp 500 menjadi uang koin terbanyak (2.067 keping atau Rp 1.038.000) dan terberat (8,5 kilogram). Uang koin Rp 100 ada sebanyak 1.730 keping atau setara dengan Rp 173 ribu, dengan berat 3,5 kilogram.

Berikutnya uang pecahan Rp 200 sebanyak 568 keping atau Rp 113.600 dan beratnya Rp 1,5 kilogram. Selebihnya uang pecahan Rp 1.000 sebanyak 54 keping atau Rp 54 ribu, serta 33 keping uang pecahan Rp 50 (Rp 1.650) ditambah 2 keping uang pecahan Rp 25 alias Rp 50.

Sebenarnya tim menerima sejumlah uang kertas dengan nominal dari Rp 5 ribu sampai Rp 100 ribu. Seluruh uang kertas ini kemudian ditukarkan dengan uang koin sehingga jumlah koin yang dikumpulkan bertambah banyak dan berat.

Prita Mulyasari adalah terdakwa perkara perdata dan perkara pidana dugaan pencemaran nama baik Rumah Sakit Omni International Alam Sutra, Serpong, Tangerang Selatan. Namun, RS Omni sudah mencabut gugatan perdata tanpa syarat sehingga denda Rp 204 juta dihapus pula.

Meski gugatan perdata sudah dicabut, penyerahan uang koin tetap dilakukan dengan harapan nantinya seluruh uang koin yang dikumpulkan dapat berguna untuk membiayai kegiatan-kegiatan sosial, semisal membantu orang-orang kecil yang terbelit perkara hukum tapi tak mendapatkan keadilan atau malah terzalimi seperti yang dialami Prita.

Sedangkan perkara pidana yang dihadapi perempuan berumur 32 tahun itu sudah memasuki tahap replik, yakni tanggapan jaksa penuntut umum atas pembelaan penasihat hukum Prita. Persidangan dilangsungkan di Pengadilan Tinggi Banten.

Aliansi Jurnalis Malang Raya berunsurkan organisasi AJI Malang, Persatuan Wartawan Indonesia, Jurnalis Kanjuruhan, Forum Komunikasi Wartawan Batu, Forum Wartawan Kota Malang, serta wartawan yang tidak bergabung dalam organisasi wartawan mana pun.

Penyumbang bukan cuma hanya wartawan, melainkan banyak warga yang bersimpati terhadap nasib Prita. Ada guru, pelajar, juru parkir, penjual bakso, penjahit, dan pengamen.

*naskah by Abdi Purmono

Dari Malang Untuk Prita

bermutu No Comments »

Aliansi Jurnalis Malang Raya mengumpulkan uang koin lebih dari Rp 500 ribu. Uang akan disumbangkan kepada Prita Mulyasari (32 tahun), terdakwa perkara perdata dan perkara pidana dugaan pencemaran nama baik Rumah Sakit Omni International Alam Sutra, Serpong, Tangerang Selatan.
“Pengumpulan uang koin atau uang recehan dilakukan secara spontan mulai kemarin sore. Namanya juga spontanitas, tak semua teman wartawan tahu, apalagi kami tidak pakai posko,” kata Endik Junaedi, wartawan Surabaya Pagi, Kamis (10/12).
Menurut Endik, uang yang terkumpul berasal dari wilayah Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang. Yang menyumbang bukan hanya wartawan, tapi warga yang bersimpati terhadap nasib Prita, termasuk para pelajar SMA Negeri 1 Malang. Ada juga sumbangan dari tukang parkir, pedagang asongan, dan penjual bakso.
Uang recehan yang terkumpul bukan berupa koin saja, tapi banyak juga yang menyumbangkan uang kertas dengan nominal pecahan Rp 1.000 hingga Rp 100 ribu. Pengumpulan uang recehan akan dilakukan hingga Sabtu karena masih banyak wartawan yang belum tahu adanya aksi tersebut.
Rencananya, seluruh uang yang terkumpul akan diserahkan langsung ke Prita maupun ke Posko Peduli Prita oleh seorang wartawan yang ditunjuk. “Diusahakan seluruh uang sudah diserahkan sebelum seluruh sumbangan dihitung oleh posko di sana pada Senin depan,” kata koordinator Forum Komunikasi Wartawan Batu itu.
Dyah Ayu Pitaloka, anggota Divisi Dana dan Usaha Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang, menambahkan, jumlah bantuan yang diberikan relatif sedikit. Tapi yang pesan yang ingin disampaikan dari aksi pengumpulan duit recehan itu adalah memperjuangkan keadilan bagi Prita dan seluruh warga masyarakat yang acap kali tak mendapat keadilan sebagaimana mestinya.
Prita sendiri masih menjalani persidangan di Pengadilan Tinggi Negeri Tangerang. Perkara pidana yang dihadapi Prita kemarin memasuki tahap replik, yakni tanggapan jaksa penuntut umum atas pembelaan penasihat hukum Prita. Sedangkan dalam perkara perdata, Prita telah mengajukan kasasi atas keputusan Pengadilan Tinggi Banten yang mengharuskan istri Andri Nugraha itu mengganti kerugian kepada RS Omni Internasional sebesar Rp 204 juta.

foto : nothing

naskah : abel

jual kaos jurnalis

bermutu No Comments »

jual kaos, tema jurnalistik.

cocok bagi sampeyan yang jurnalis ataupun sampeyan yang suka nulis, meski bukan jurnalis. sumprit. ga ngapusi.

buat kado juga pas.

harganya murah kok,

Rp 60.000 – Blue Navy (not black) | for male & female | (belum termasuk ongkos kirim)

kalo mau pesan, bisa japri ke saya : namakuwahyu@gmail.com

Matthew Arnold (1822-1888) has been characterized as a sage writer, a type of writer who chastises and instructs the reader on contemporary social issues. ( sumber : wikipedia )


Sudah 20 Tahun

Indonesia, foto, obrolan 2 Comments »
surya edisi pertama kalo ga salah, edisi koran harian bukan koran mingguan

surya edisi pertama kalo ga salah, edisi koran harian bukan koran mingguan

pabrik koran tempat saya mburuh, hari ini, 10 november memperingati hari jadinya yang ke 20 tahun.

saya sudah ikut menjadi bagiannya sejak 2004. dari runutan sejarah, koran berbasis di Surabaya dan terbit di Jawa Timur yang dimiliki oleh Kompas Gramedia ini sudah berganti wajah beberapa kali. [foto diatas merupakan frontpage SURYA edisi pertama untuk edisi koran harian setelah sebelumnya hanya menjadi koran mingguan]

Saya mengalami tiga jaman perubahan wajah, dengan perubahan wajah terakhir adalah dengan meng copycat sang `saudara tua` WARTAKOTA.

jaman yang sudah canggih dan digital jelas memudahkan untuk membuat koran. semua serba komputer. baik pra cetak hingga cetak.

entah bagaimana proses 20 tahun silam. ga kebayang ribetnya saat proses pra cetaknya. dan entah bagaimana kondisi kerja jurnalisnya 20 tahun silam, saat komunikasi dan internet belum secanggih saat ini.

lebih berat?? mungkin dan pasti.

www.surya.co.id

Design by j david macor.com.Original WP Theme & Icons by N.Design Studio | hosted by Jagoo! Indonesia
Entries RSS Comments RSS Log in